Vitalia Shesya Kembali Popular Berkat Kasus Daging

Dengan setengah terisak Vitalia Syesha mengungkapkan uneg-unegnya dalam acara Indonesia Lawyers Club tadi malam 14 Mei 2013.

Ibu yang cantik ini menyatakan bahwa ia tidak tahu menahu tentang asal usul uang yang diberikan Ahmad Fathanah, seorang petinggi PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang merupakan teman dekatnya.Sebelumnya KPK telah menyita mobil, gelang Hermes dan jam Rolex pemberian Fathanah.

Vita menyatakan bahwa ia tidak tahu asal usul barang-barang tersebut apakah berasal dari hasil korupsi atau bukan. Apa hak KPK menyita sebelum ada vonis pengadilan? Mungkin itulah yang membuat orang bertanya-tanya. Apakah KPK sok rajin, tumben banget ya menjelang kenaikan BBM nyari kasus kecil-kecil. Bukannya membela PKS, tapi gue lagi pake akal sehat dan logika juga nehhh.

Menurut Vita, KPK juga akan meminta aliran uang yang sudah digunakan untuk makan anak-anaknya. Lho, kalau itu kan sudah jadi daging? Ketika Vitalia menyebut kata-kata "daging"  itulah para lawyers yang hadir di acara itu sedikit bergumam dan suara tawa ditahan terdengar sayup-sayup.

"Apakah Vita mesti menjual anggota badan Vita untuk mengganti uang yang menurut KPK adalah hasil korupsi?" demikian ucapan mantan model Majalah Popular ini menusuk telinga mereka yang hadir. Dari mana logikanya dan bagaimana mungkin uang yang diberikan Fathanah mutlak merupakan hasil korupsi? Trus kalau uang itu sudah menjadi makanan, bagaimana caranya menemukan uang dalam tubuh Vitalia Shesya dan anak-anaknya?

Dari kasus Ahmad Fathanah ini kita bisa belajar bahwa kita mesti berhati-hati dalam menggunakan uang. Dari tingkah laku Fathanah yang mirip "Play Boy halal" ini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa yang bersangkutan (Fathanah) menghambur-hamburkan uang yang kata KPK merupakan hasil korupsi untuk merayu wanita-wanita cantik untuk dijadikan istri. Memang sih, belum tampak tanda-tanda atau pernyataan bahwa mereka telah  diperlakukan sebagai istri yang sah secara fisik.

Dari kasus ini terdapat tanda-tanda alam yang mudah-mudahan tidak benar:
  1. KPK (tumben) proaktif mengejar koruptor kelas teri (1 Milyar ke bawah) padahal kasus 100 milyar ke atas luar biasa banyaknya
  2. KPK mencapai puncak rajinnya ketika BBM akan dinaikkan pemerintah
  3. KPK rajin mengejar PKS menjelang kenaikan harga BBM (ada apa yah, apa kebetulan?)
  4. KPK mengejar kader PKS berkasus menjelang Pemilu 2014
  5. Kasus kader PKS membuat para pendukung gelap Partai lainnya bermunculan dengan komentar-komentar miring di dunia maya. Biasanya, mereka berusaha mendominasi kolom komentar (kompak ni yeee)






Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment